Wednesday, 13 April 2016

Tips Cerdas menghemat Pengeluaran Rumah tangga

Berikut adalah 5 tips cerdas meghemat Pengeluaran Rumah tangga :



1}. Belanja di Pasar Tradisional 

Pengeluaran untuk makan menyedot anggaran cukup besar. Hitungan saya bisa 50 sd 60 % dari gaji bulanan. Karena itu, jika bisa dihemat, dampaknya akan sangat terasa.
Biar mudah menghemat ya belanja di pasar.
Saya kaget ! Harga buah Apel di supermarket lebih mahal 2x lipat dari harga di tukang buah pasar tradisional. Padahal barangnya sama persis, di supermarket 10rb per buah, di tukang buah harganya tidak sampai 5rb per buah.
Sejak tahu itu, saya rajin membandingkan harga antara pasar tradisional dan supermarket.
Saya tahu bahwa harga di pasar swalayan memang lebih mahal dari pasar tradisional. Tapi yang saya surprise, perbedaan harganya begitu signifikan, sehingga sangat worthed untuk menghemat pengeluaran rumah tangga. Belanja di pasar tradisional tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang karena:

Menjamurnya pasar modern dengan penataan lebih baik, bersih dan nyaman.
Lakukan belanja 1x seminggu untuk keperluan 1 minggu kedepan. Cara ini bisa menghemat waktu.
Coba belanja di pasar tradisional. Anda akan merasakan penghematannya.

2}. Hemat Listrik

Listrik adalah pengeluaran yang menyedot dana cukup besar. Selain karena kenaikkan berkala tarif listrik, penggunaan barang elektronik yang makin beragam membutuhkan daya besar di rumah.
Ambil contoh pendingin ruangan (AC). Di jakarta, saya amati hampir semua orang punya, paling tidak satu mesin pendingin ruangan di rumah. Belum lagi mesin cuci dan seterika , yang terkenal rakus energi, sudah jadi item wajib di rumah. Tapi, banyak pengalaman bahwa pos pengeluaran ini bisa dikendalikan. Karena sangat bergantung pada pola konsumsi di di rumah.

Apa saja yang bisa dilakukan:

Pertama, ganti listrik Anda dengan listrik prabayar (listrik pulsa), jika dirumah Anda masih menggunakan listrik yang jadul, yang tiap bulan Anda harus datang ke PLN untuk bayar listrik. Karena dengan listrik prabayar, Anda cukup membayar dengan membeli pulsa listrik (token) di konter terdekat. Sehingga Anda bisa menentukan anggaran listrik Anda per bulan, tentunya cara ini menghemat biaya dan tenaga.

Kedua,gunakan produk hemat listrik. Meskipun produk hemat energi harganya lebih mahal, namun penghematan yang dihasilkan akan dengan cepat menutup harga beli tersebut.
Beberapa waktu lalu, saya survei harga  TV, yang ternyata harganya cukup beragam. Harga TV yang lebih murah umumnya punya daya listrik besar dibandingkan TV model baru yang meskipun harga mahal, tapi hemat listrik.

Ketiga, perilaku  disiplin anggota keluarga dalam menggunakan alat elektronik dan listrik di rumah.
Misalnya, salah seorang teman menerapkan aturan di rumahnya bahwa AC hanya boleh dihidupkan mulai jam 2 siang dan harus dimatikan jam 6 pagi. Siang hari lampu yang hidup hanya boleh minimal.

3}. Biaya Kendaraan

Punya mobil atau motor itu wajib di kota besar seperti  Jakarta, akibat transportasi umum yang masih jauh dari nyaman. Orang bisa punya kendaraan lebih dari satu, bisa dua atau bahkan tiga. Rumah boleh kecil, dengan satu garasi, tapi mobilnya dua. Mobil terpaksa parkir di badan jalan. Itu pemandangan umum yang saya temukan di komplek rumah saya sendiri dan banyak perumahan lain.
Tapi apakah kita pernah berhitung secara rinci, berapa besarnya biaya memiliki kendaaran?

Punya mobil, Anda harus membayar untuk biaya berikut:

Bensin yang akan makin mahal karena dihapusnya subsidi BBM membuat era bensin murah sudah tidak ada lagi.
Biaya pemeliharaan setiap bulan. Makin tua usia mobil, makin besar biayanya.
Biaya pajak kendaraan. Adanya pajak progresif – makin banyak punya mobil makin besar pajaknya – membuat Anda harus bayar lebih besar untuk punya kendaraan lebih dari satu.
Cicilan bulanan. Ini jika mobilnya dibeli dengan berhutang.
Nilai mobil merosot setiap tahun, sehingga secara nilai asset mobil makin kecil. Artinya, secara ekonomi, punya mobil itu losing game karena di satu sisi biayanya makin besar, sementara di sisi lain nilanya makin kecil.
Pikirkan lagi jika ingin beli mobil. Selain membuat jalanan makin macet, konsekuensi keuangannya tidak kecil.

4}. Hidup Sehat

Menurut survei sebuah perusahaan asuransi, berdasarkan klaim rumah sakit yang mereka  bayar, biaya rawat inap tipus tau demam berdarah mencapai 3 sd 4 juta rupiah. Jumlah yang tidak sedikit. Belum lagi penyakit lain yang lebih parah.
Jadi biaya kesehatan itu tidak murah. Bahkan bisa sangat signifikan. Dan sering datang tiba – tiba.
Karena itu gaya hidup sehat itu bukan hanya baik untuk kehidupan tapi menyehatkan kantong Anda.
Memang hidup sehat, dampaknya tidak segera. Tapi dalam jangka panjang akan membuahkan sesuatu hasil yang signifikan.

5}. Kurangi Jajan, Jalan - Jalan ke Mall

Kebiasaan kelas menengah nongkrong di coffee shop. Menjamurnya cafe-cafe cantik membuat ngopi atau ngeteh sudah jadi gaya hidup.
Sesekali tidak masalah sebagai bagian dari pergaulan. Gak gaul, kata anak muda jaman sekarang.
Tapi kalau tiap hari beli kopi di cafe, itu menyedot uang Anda. Rata – rata harga satu cangkir kopi adalah 25 rb. Kalau dalam 1 bulan, selama 25 hari beli kopi, total pengeluaran adalah 650 ribu. Itu baru satu cangkir, bagaimana jika dua atau tiga sehari. Belum lagi ditambah beli makanannya. Pengeluaran  jajan yang tampaknya kecil setiap hari (25 ribu), jika diakumulasi 1 bulan, jumlahnya tidak main-main. Itu pengeluaran di hari kerja. Di akhir pekan, berkunjung ke mall menyedot pengeluaran lebih besar lagi. Jalan ke mall dengan 3 anggota keluarga, paling tidak menghabiskan biaya 500ribu. Kalau setiap akhir pekan ke mall, total biaya Rp 2 juta.Dengan mengurangi jajan dan jalan di mall, Anda sudah bisa menghemat beberapa juta dalam sebulan.

Coba lihat lagi apa saja pengeluaran jajan selama ini. Saya yakin banyak yang bisa dihemat dari situ. Jangan sampai Anda kena (Kanker) alias "kantong kering" karena cuma ingin terlihat berkelas minum kopi di cafe mewah.

Kesimpulan : Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Semoga bermanfaat ya, don't forget Share. :)

0 komentar: